Pages

Tampilkan postingan dengan label uneg-uneg. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label uneg-uneg. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2011

... when you try to focus on something, you will forget everything that's not necessary for you...

so, if your heart is broken just because someone who's not necessary to remember, the best thing that you can do is just try to focus on your script! it's work! trust me.. :)

Selasa, 22 November 2011

Tak lupa dan tak melupakan... hanya saja..

Aku tak pernah lupa... juga tak pernah melupakan. Hanya saja...
ah, mungkin tak akan pernah pantas aku mengatakan alasan untuk semua sikapku. tak ada gunanya dan tak akan bisa mengubah apapun yang orang pikirkan tentangku.

Tak apa, karena aku terlanjur tak peduli dengan semua anggapan orang. Tak apa, karena aku sudah terlanjur tak ingin merasakan sakit hati atas segala tuduhan. Tak apa, karena aku tetap akan merasa bersalah meski aku bisa menjelaskannya.

Tapi aku hanya ingin mengatakannya, mengatakan bahwa aku tak pernah akan lupa dan melupakan. Hanya saja.... yah, hanya saja aku sadar aku tak bisa membuat semuanya seperti awal lagi.

Andai...

Aku pernah membayangkan banyak cerita. Cerita tentang kita, cerita yang dimulai dengan satu kata... "Andai".

Andai, andai saja aku dan kamu bertemu di satu waktu yang berbeda. Mungkin akan lebih baik bagi kita untuk bertemu ketika kita belum punya orang lain di masa lalu masing-masing. Kita tak perlu saling merasa menyakiti dan tersakiti oleh kenangan masa lalu.

Andai, andai saja aku dan kamu bertemu di tempat berbeda. Aku yakin kita tak perlu menjadi seperti sekarang. Kita tak perlu sembunyi atau saling menghindar untuk tetap bertahan. Kita tak perlu sakit dengan berjalan di tempat yang sama.

Andai, andai saja aku dan kamu tak bisa menulis dan bicara, atau mungkin buta dan tak bisa mendengar. Kita tak perlu berpura-pura menutup mata, berpura-pura tak mendengar, dan berpura-pura tak bisa membaca untuk menghindari semua pertengkaran dan kesalahpahaman.

Andai, andai saja aku dan kamu bisa saling membaca pikiran, bisa saling mendengarkan suara hati, bisa saling merasakan rasa sakit. Mungkin kita tak perlu berbohong, tak perlu berpura-pura, tak perlu saling menyakiti.

Andai, andai saja aku dan kamu tak pernah bertemu... tak pernah bersama... tak pernah berpisah...

Andai...
Andai ada seribu cerita berbeda tentang kita, semua cerita itu tak berarti karena diawali oleh satu kata "Andai". Karena aku dan kamu nyatanya tak pernah sekalipun menyebutkan kata andai itu meski hanya satu kalimat pendek yang mungkin akan membuat cerita baru tentang kita.. "Andai kita bisa kembali bersama".

Kamis, 12 Mei 2011

Kertas Warna

aku tak tahu bagaimana mulanya

kau tahu, itu hanya selembar kertas putih pada awalnya

lalu tergores oleh sebuah pena warna

kemudian terwarnai oleh tinta-tinta yang entah datang dari mana

dan itu terlihat tidak seperti kertas putih seperti awalnya



kau bisa lihat gambar abstrak mulai memenuhi halamannya

garis-garis asimetriis mulai membelahnya

titik-titik memberinya tampilan tana rasa

dan tinta-tinta tersebar tak merata

dengan warna tanpa karsa



ah, aku ingin sekali merematnya

mengubahnya menjadi sebuah bola yang akan segera ku lembar ketempat sampah

aku bahkan ingin sekali merobeknya



bagiku kertas itu begitu kotor, begitu tak berharga

dan aku mulai menyesali diri atas setiap garis, titik dan warna yang aku torehkan di sana.



tapi jemariku tak sanggup meraihnya,

tak sanggup menghancurkannya

kau tahu kenapa?



karena aku hanya punya satu kertas

yah itulah sat-satunya kertas yang aku punya.

dan, aku tak akan bisa membuatnya kembali menjadi putih seperti semula.



hanya menatapiinya,

hanya bisa menyusuri kembali setiap goresan dan tinta yang telah menempel di sana

hanya bisa merana...



ah, bagaimana mungkin ini berakhir begitu saja?

apa aku harus sekalian mencelupkan kertas ini ke tinta agar warnanya hitam saja?



tidakkah akan terlihat lebih baik begitu saja?

setidaknya kertas itu tidak akan terlihat begitu menyedihkan dan seperti sampah.



tapi, untuk apa memiliki selembar kertas hitam?

bukankah di atas kertas hitam kau tak bisa melihat warna-warna yang indah dari tinta?

lalu buat apa?

aku yakin aku akan jadi lebih merana..



garis, titik dan torehan tinta itu masih melekat di sana

dan mataku hanya bisa kembali terpaku ada mereka



lalu pikiranku mulai berubah arah..



ah, mungkin ini tidak terlalu buruk,

mungkin aku masih bisa memperbaikinya.

mungkin nanti aku bisa menghasilkan sebuah gambar utuh yang lebih baik

bahkan mungkin akan menjadi sebuah masterpiece yang indah..



yah, aku hanya punya satu kertas

maka aku tak bisa membuangnya, merusaknya, apalagi mencoba untuk menghancurkannya.



aku hanya butuh lebih banyak garis, lebih banyak titik dan lebih banyak tinta untuk memberi warna

hingga nanti kertasku berubah warna

hingga akhir kertasku menjadi indah...

Jumat, 11 Maret 2011

Ketika Mimpi Memanggil

Aku selalu percaya bahwa mimpi-mimpi akan bisa kuraih suatu saat, meski kadang terasa begitu berat dan begitu jauh tapi harapan akan mimpi-mimpi itu tak pernah mati. Mereka ada, tersimpan dan tetap hidup sampai benar-benar bisa diraih dalam genggaman.



Mungkin mimpi-mimpiku memang sudah lama tak kulihat, telah lama tak kuharap dan tak kukejar. Mereka mungkin akan tampak begitu menyedihkan karena sama sekali tak pernah aku pupuk atau aku sirami. Lalu samar-samar ku dengar mimpi-mimpi itu memanggilku.



Kau tahu, ini seperti mendengar suara peri-peri kecil yang begitu indah.



Perlahan tapi pasti, kususuri kembali satu persatu mimpiku. Lihatlah sekarang mereka tersenyum kepadaku karena aku kembali menjumpai mereka dalam gelap malamku.



Bukan tanpa alasan aku memilih untuk menyapa mereka kembali, semua ini karena panggilan mimpi-mimpi itu yang terasa begitu menghipnotisku. Mulanya aku hanya membaca kisah orang-orang yang hidup bersama mimpi mereka, lalu hatiku berkata, "Dulu aku juga hidup bersama mimpi tapi sekarang dimana mereka?".



Suara peri-peri itu mulai terdengar oleh hatiku, semakin lama semakin keras di telingaku. maka aku kembali mencari mimpiku, aku ingin kembali hidup bersama mereka, kembali berlari mengejar mereka agar suatu saat aku akan benar-benar menggenggam mereka.



Aku janji kali ini aku tak akan menyerah, tidak bila suara-suara peri itu terus memanggilku, tidak bila aku terus menjaga mimpiku. Maka sekarang, kutulis semua mimpiku agar aku bisa terus melihat mereka, mengingat mereka dan terus mengejar mereka.. karena mereka memanggilku.



11-3-2011

Yuliana Indriani

Menjuadi Penulis.

amin, semoga bisa.. harus bisa..! semangat!!!


Selasa, 01 Maret 2011

Target.. (Saatnya Memacu Diri)

Akhir-Akhir ini sedang sibuk-sibuknya bergaul dengan target.. dari menyusun 100 Target, Target Barang yang Ingin dimiliki, Target Semester ini, sampai ke Target Mingguan dan Target Harian .... dan hasilnya....... WaW!!! ternyata saya akan sangat-sangat sibuk!

kaget juga sebenarnya, karena selama ini hidup saya bisa dibilang sangat amat santai,. meski menuliksan target biasanya saya selalu realistis dan mencoba melonggarkannya. tapi kali ini beda.

saya punya banyak tanggung jawab di target-target ini. jika tidak tercapai, bukan hanya saya sendiri yang kecewa tetapi juga temen-temen yang percaya pada saya juga akan kecewa.. orang tua saya, dan bahkan Allah juga mungkin akan kecewa. jadi kali ini, saya benar-benar harus menakhlukkan semua target ini.. bagaimanapun hasilnya dan caranya.. saya hanya perlu berbuat yant terbaik!!

ini adalah saat untuk memacu diri, mengoptimalkan kemampuan dan meningkatkan kualitas.

SEMANGAT!!!! apapun Targetnya, mesti Lillahita'ala. :)

Senin, 28 Februari 2011

Atmosphere Hidayah..

"..dan nikmat tuhan manakah yang kamu dustakan.." (ar-rahman : 13)

Beberapa hari ini rasanya benar-benar tak dapat berhenti mengucap syukur atas segala nikmat yang Allah telah karuniakan. dan, nikmat apa lagi yang lebih membahagiakan selain hidayah yang begitu indah mengetuk pintu hati yang telah lama kering?

Aku sadar, akhir-akhir ini kekeringan akibat telah lama tidak mengisi begitu menyesakkan. Aku bahkan tak dapat bernapas dengan lega karena semua kekeringan itu. Hatiku bahkan berkali-kali sudah terserang berbagai macam penyakit yang mulai menggerogotinya sedikit demi sedikit. Tapi, Allah Maha Mengerti..

Hidayah itu akhirnya datang. Setelah beberapa kali diketuk dengan ajakan kembali ke lingkaran yang sampai sekarang belum sempat dilakukan, setelah beberapa kali terus bertemu dengan hikmah kecil yang disampaikan orang-orang tak terduga, akhirnya... aku menemukan satu mozaik hidup yang tadinya terlepas begitu saja. Lewat sebuah novel yang aku beli secara tidak sengaja dan dengan sangat enggan aku baca. Hidayah itu tanpa permisi membuat lubang kecil di hati dan perlahan sedikit demi sedikit mengaliri hati yang kerin akibat telah lama tak disirami.

Sungguh ingin sekali aku menangis mengakuinya, bahwa aku merindukan sentuhan lembut yang membuat aku tersenyum di ujung senja, bahwa aku merindukan bisikan halus yang menyejukkan, dan hidayah memberikan aku lebih dari itu.

Hatiku bergetar ketika teringat impianku untuk merasakan getarannya ketika aku mendengar kalam-Nya, hatiku menangis ketika teringat dosa dan kekebalan hati yang kering, hatiku bahkan sangat mantap ingin terus menyebut nama-Nya. Aku kembali menemukan mozaik yang tercecer itu, aku ingin menjadi muslimah yang kaffah... (Amin).

Namun, hidayah hadir bukan hanya untukku. Atmosphere itu hadir jua untuk saudara-saudaraku. Atmospher itu menerangi tiap hati lewat jalan yang mungkin tak kami sangka, tapi atmospher itu nyata dan benar-benar kami rasa. Mungkin tidak dengan cara yang spesial seperti terbangun di malam hari dengan mimpi surga atau neraka, tidak dengan cara mendengar suara ajaib seperti adzan atau kalammullah, tapi kami tahu inilah hidayah. Hidayah yang datang hanya lewat selentingan di training, ejekan teman di kampus, atau sekedar kesadaran akan kematian lewat wafatnya seorang artis.. tapi itulah hidayah. Atmosphere yang tiba-tiba hadir dan menyediakan udara baru yang terasa lebih sejuk dan segar.

Semoga atmosphere hidayah ini terus ada di hati kami, di hidup kami... agar kami selalu berada dan hidup dengan hidayah sebagai napas dan ruh kami. :)

Senin, 14 Februari 2011

apa jadinya semester 6?

Oh well, ini udah gak kerasa udah main masuk semester 6 aja di kampus. lima semseter sudah dilewati lewat senyum manis dan tangis penyesalan, hingga kini akan ada semester baru yang siap menantang dengan semua hal yang harus dilewati untuk bisa lolos dengan senyum bahagia ke semester 7.

semester 6 yang notabene harus jadi semester yang cukup berat karena bakal jadi semester balas dendam untuk nilai-nilai anjlok di semester 5, ternyata bakal jadi semester yang penuh deadline dan jadwal. fiuh... ngebayangin aja udah kayak berat banget. tapi, bagaimana pun harus dihadapi dan harus dilewati dengan baik. so, this is it... apa-apa aja yang bakal ngisi semester 6.

*Kuliah full 7 mata kuliah berat, (TA, P.Men, ALK, A. Syariah, Porto, dll)
*Amanah baru di Kemuslimahan I-COST (sebagai ketua biro dan PJ mading)
*Amanah baru di IMA (sebagai ketua dep. Infokom)
*Target belajar menulis (Ikut lomba-lomba menulis FF, Cerpen, Blog)
*Target tarbiyah (kembali ke halaqoh)

wah, kalau benar semuanya berjalan seiringan dan sejalan maka hidup saya akan terasa seimbang, tapi apakah saya bisa? yah apapun jadinya nanti semester 6... yang pasti saya harus terus menjaga mood dan semangat agar semuanya bisa berjalan dengan baik dan saya tidak harus menelan pil pahit penyesalan lagi seperti yang ada di semester 5 kemaren.

so, semakin banyak yang harus dikerjakan... semakin banyak pula semangat yang harus ditumbuhkan.

SEMANGAT!!!! INSYA ALLAH BISAAAA!!!

dan seiring dengan maulid Rasulullah Muhammad SAW, mari kembali meneladani semangat beliau dalam berdakwah dan menjalani hidup yang baik. Inya Allah BISA!

Sabtu, 12 Februari 2011

..meski embun terasa menyejukkan, tapi aku tetap masih mendamba setitik salju..
jadi, aku akan kembali melangkah, dan terus melangkah..
hingga aku bisa merasakan salju mencair di telapak tanganku..
-yuliana indriani-

Kamis, 03 Februari 2011

writing is the way to tell something

Sometime, when the idea comes, i just ignore it because i think that this is not a good time.
but, sometime... when i have a good time to write something, i have no idea!

ah.. this is the classic problem of me. i have no idea when i have a good time., this time for example. but, i really want to write something. so, i just go to this blog and try to type even i still have no idea about my writing.

oh, i see.. how about shares about my opinion in writing.
this is an idea, right? :)

i found a good sentence about writing, "writing is an expression, a comment is an appreciation, and a critic is an evaluation." (i'm sorry for no information about the author of this sentence)

this statement said that writing is an expression, an expression about anything that the author wants. it can be about what the author feeling, the author thoughts, the author ideas... yeah, so many expression of the author. and i... really agree with this statement. but of course, i have my own opinion of writing.

in my opinion, writing is the way to tell something. its not only about your expression, but its about the messages. expression only one example, we write something to express something.. it seems to me that we want to tell someone about something that we feel, something that we thought,.. yah its just about us, our expression.

but writing is not only about us, if we just write the diary... its okay. but, if we wants to share our writing... better for us to tell something by our writing. because this is the writing for, to tell something. it can be tells about our ideas, our thought, our feeling... but, there should be an messages that what we would like to tell.

so, i hope... i can use my writing to tell something, even its only about a simple idea or a little messages. i just wanna make a good writing, not only the diary... or, just a bundle of words that means nothing for the readers. and.. this is one of my studies, try to tell something.


Rabu, 02 Februari 2011

...do'a untuk orang-orang tercinta...

aku kehilangan dua orang ayah dalam waktu yang berdekatan..
aku tak pernah mengira akan sesakit ini
meski tanpa pertalian darah... aku menyayangi mereka seperti ayah kandungku..

maka tubuhku masih bergetar dan jantungku bergerak begitu cepat.
aku ingin pergi..
agar aku tak pernah merasakan sakit seperti ini lagi,
sakit yang menekan dadaku hingga sulit bernapas..
sakit ketika aku menyadari aku sudah kehilangan untuk selamanya

tapi, hatiku ingin tetap di sini,
bersama cinta yang terwujud dalam do'a untuk orang-orang tercinta..
untuk mamaku..
untuk ibu dan ayahku..
untuk juju-ku..
lalu sekarang....
untuk kedua ayahku...

hanya ini yang bisa kulakukan demi orang-orang terkasihku,
mendo'akan mereka agar mendapatkan tempat terindah di surga.
dan kelak... semoga kami dapat kembali dipertemukan
dan bersama selamanya...

Selasa, 01 Februari 2011

Drama of me

“...hidup ini hidup yang penuh bahagia... tetap semangat dan jangan putus asa.. hidup ini hidup yang sangat berarti.. terus berjuang tuk menggapai impian..”

Handphoneku tiba-tiba bernyanyi di kesunyian kamar, dengan sangat malas akhirnya aku membuka pesan yang baru saja aku terima.

“Nilais udah keluar.. enjoy!”

Aku membelalakkan mataku yang tadinya masih setengah terbuka. Aku segera mengambil kacamataku dan dengan secepat kilat menyambar netbook dan modem yang ada di atas buffet di samping tempat tidurku. Ada sedikit rasa takut yang menggelitikku ketika membaca pesan singkat dari Sivia tadi, yah... aku sedikit takut ketika akhirnya kabar itu datang juga.

“SELAMAT DATANG DI SISTEM AKADEMIK UNIVERSITAS TARUMA NEGARA, SILAHKAN LOG IN”

Layar netbookku sekarang telah menampilkan halaman website kampus, sedikit gemetar akhirnya aku menarikan jariku di atas keypad untuk mengisi user id dan password yang biasa aku gunakan untuk masuk ke site sistem akademik. Peluh tiba-tiba membanjiri dahiku ketika loading untuk masuk ke site itu terasa terlalu lama.

“Arrrgh.. sial! Masa sekarang sih kumatnya! Ayolah... aku kan cuma pengen lihat hasilnya! Come on!” Aku menggerutu ketika loading itu gagal, kali ini signal sepertinya tidak bersahabat denganku. Atau mungkin sedang memberikanku pertanda buruk?

Aku menghelakan napasku, mencoba mengusir semua perasaan tak enak yang mulai menyelusup di benakku. Aku tak ingin berburuk sangka sekarang, lagi pula bukankah aku sudah mengikhlaskan semuanya? Aku menarik napasku dalam ketika jari telunjukku menekan keypad enter untuk reload.

“SELAMAT DATANG DI SISTEM AKADEMIK UNIVERSITAS TARUMA NEGARA, SILAHKAN LOG IN”

Akhirnya kalimat pembuka itu kembali hadir di layar netbookku dan tanpa pikir panjang aku kembali log in. “Semoga hasilnya yang terbaik..” aku berdo’a dalam hati sementara jemariku sibuk mengetik nomor induk mahasiswa dan tahun pelajaran untuk membuka KHS onlineku.

NAMA : Alyssa Saufika Umari

NIM : 011038110371

Halaman KHSku mulai muncul, aku masih berdo’a sambil perlahan menyusuri halaman KHS onlineku.

***

“Gimana tadi ujiannya?” aku sedang duduk di kantin dengan segelas es jeruk ketika seseorang menepuk bahuku sambil menodongku dengan pertanyaan yang sedang tak mau ku jawab. Aku hanya mengulas sebuah senyum kecil ke arahnya sambil mengangkat bahuku.

“Loh, kok? Tapi.. soal tadi emang susah sih. Aku aja gak selesai ngerjainnya.” Sivia mulai berceloteh sambil perlahan mengambil posisi duduk di hadapanku. Dia kemudian melambaikan tangannya kepada penjaga kantin dan mulai memesan makanan.

“Eh, fy.. yakin gak sama ujian kali ini?” Sivia kembali mengangkat topik pembicaraan yang tidak aku inginkan ketika dia selesai memesan makanan. Aku menghisap beberapa mililiter es jerukku sebelum akhirnya memilih menjawab pertanyaanya.

“Hm.. yah seperti biasa.” Aku mencoba menanggapinya dengan sangat biasa, meski aku tahu aku merasa tak biasa kali ini.

“Ah, ify mah enak. Hidup selalu dibawa nyantai, gak pernah takut soal nilai jeblok, gak pernah mikirin harus kerja keras buat tamat cepet, gak pernah stres kalau ujian.. ih enak banget yah jadi kamu.” Aku hanya tersenyum mendengar celotehan Via tentang diriku. Ah, apa aku benar seperti itu via?

“Fy, kok bisa sih kamu kayak gitu?” tanya Via.

“Kayak gimana maksudnya?” Aku balik bertanya pada Sivia, meski aku tahu maksud pertanyaannya. Aku hanya ingin menutupi rasa tak enak yang kembali menghampiriku karena sebetulnya aku tak pernah sesantai yang dia kira.

“Yah, kok bisa nyantai?”

“Mungkin udah dari sananya kali.. lagipula aku malas mikirinnya..” Aku mengangkat bahuku sambil tersenyum jahil.

“Kamu sih, apa-apa malas. Gimana mau maju negara ini kalau semua anak mudanya malas kayak kamu?”

“Yee... itu makanya ada kamu via, kalau semua anak muda pada malas kayak aku.. kan kamu yang jadi presiden. Yah harusnya ucapin terima kasih dong sama aku.” Sivia malah mencibirku karena jawaban super ngasal yang aku berikan, tapi toh akirnya kami bisa tertawa bersama.

***

Sivia_azizah : “Gimana nilainya?”

Tiba-tiba jendela YM hadir menghiasi layar dan menunjukkan sebuah pesan dari Sivia ketika aku baru saja sampai pada judul KHS-ku.

Alyssa_fy :“Sabar bu... baru online. Nilaimu gimana?”

Sivia_azizah : “Alhamdulillah, bagus. Wish you luck. :)”

Aku menutup jendela YM dan kembali ke halaman KHS-ku, mataku sedikit membulat metika hasil itu akhirnya benar-benar kutatap dengan mataku sendiri. Aku memejamkan mataku sesaat, sekedar untuk menetralisir gejolak yang hadir seketika di hatiku. Ini sesuai perkiraanku..

***

“Pa, maaf yah kalau semester ini agak nurun nilainya..” Aku memberanikan diri untuk buka suara ketika papa menanyakan bagaimana ujianku hari ini. Kulihat dahi papa sedikit berkerut mendengar jawabanku. Sebenarnya ini jawaban klasik yang selalu aku berikan setiap selesai ujian tapi kali ini mungkin nada biacara atau tatapan mataku memang sedikit berbeda.

“Kenapa?”

Sebuah kata tanya yang paling susah dijawab itu akhirnya meluncur dari bibir papa. Ini aneh, biasanya papa akan dengan santai tersenyum dan berkata “tidak apa-apa”. Aku memutar otak untuk mencari jawaban dari sebuah kata “kenapa?” dan nyatanya aku tak menemukan jawaban yang benar-benar bisa menjelaskan semuanya selain...

“yah... mungkin karena hanya seperti itulah kemampuanku.”

***

Alyssa_fy : “ASEP aku dapat nilai C. ”

Dengan pasti aku mengirim pesan itu di YM kepada Sivia, yah sekedar untuk membuatnya tenang atau sedikit berbagi tentang rasa yang mulai menyesakkan dada.

Sivia_azizah : “loh, kok bisa?”

Alyssa_fy : “bisa dong... yah gak papalah aku ikhlas kok. Toh aku gak selesai pas ujian. Kamu apa? Dapet A yah? selamat yah.”

Sivia_azizah : “iya alhamdulillah,.. Semoga yang lain bagus yah. : )”

Alyssa_fy : “iya”.

Aku kembali memberanikan diri menggulir halaman KHS-ku hingga nilai-nilai matakuliah lain bisa kulihat dengan jelas. Waktu terasa berhenti seketika, beberapa tetes peluh menetes dengan damai dari dahiku tanpa sedikitpun aku menghapusnya, hingga bercampur titik-titik air mata yang mengalir perlahan dan terjatuh di sisi wajahku.

Sivia_azizah : “nilai yang lain gimana? Udah dilihat?”

Tampilan YM kembali menyapa di layar netbookku, tapi aku terlanjur tenggelam dalam waktu yang berhenti, terkubur dalam bumi yang berhenti berputar, dan hanyut dalam lautan air mata yang membawaku pergi jauh.

***

Aku menundukkuan kepalaku sambil duduk menatapi kakiku yang bergerak bebas di dalam air sungai yang mengalir di bawahku.

“Ah... kenapa harus begitu hancur hanya karena aku tak yakin dengan hasil ujian itu? Bukankah aku sendiri yang menyebabkan semua ini.. “

Aku berbicara pada bayangan wajahku yang kemudian tercermin di air sungai yang tadi sempat ku kacaukan arusnya dengan kakiku. Aku menatapi diriku dari balik air, kulihat sebuah gambaran wajah kusut dan tak bercahanya sedang cemberut di sana.

“Hey.. ayolah, dunia tidak berakhir hanya karena nilaimu nanti akan mengecewakan. Ini hanya ujian penuh makna yang harus kamu lewati. Lalu, bagaimana mungkin kamu akan melewatinya dengan wajah seperti itu? Kamu harus melewatinya dengan baik.. karena inilah ujian sesungguhnya. Ayo tersenyumlah dan tunjukkanlah wajah berserimu padaku, agar aku pun bisa kuat melewatinya bersamamu.”

***

Detik kembali bergerak di sekitarku dan aku merasakan diriku perlahan kembali. Ku hirup dalam udara yang ada di sekitarku dan perlahan membiarkannya lepas, seperti melepas sebuah beban yang terasa menghimpitku, lalu perlahan aku membiarkan jariku mulai menari-nari.

Alyssa_fy : “hasilnya jelek.. IP-ku bawah tiga. Tapi gak papa kok. Oh ya, selamat yah nilainya bagus.”

Sivia_azizah : “haduh? Serius? Kok bisa? Makasih.”

Alyssa_fy : “iya. Aku off yah... sekali lagi selamat. you’re the best. :)”

Aku menutup jendela YM-ku sambil menahan perih yang tiba-tiba terasa begitu menyakitkan. Bukan karena aku iri pada Sivia, bukan. Hanya saja kecewa tiba-tiba menyelimutiku lewat rasa yang begitu gelap dan aku hanya takut tak sanggup bertahan hingga tak bisa mengakhiri percakapan ini dengan indah. Aku tak ingin merusak kebahagian yang sedang dirasakan oleh sahabatku, tapi aku tahu... aku mungkin tak sekuat itu untuk terus merayakan kebahagiannya di atas kehancuranku sendiri.

Aku terduduk lemas menatapi layar netbook yang telah kumatikan, tak ada apa-apa di sana kecuali layar hitam yang tiba-tiba menghadirkan bayang-bayang kejadian selama satu semester yang telah ku lewati.

Aku terdiam menatapi satu persatu adegan yang tampil di sana, aku yang tengah tertidur di kelas, aku yang sedang mengobrol selama jam pelajaran, aku sedang mengambar bebas selama dosen memberi penjelasan, aku sedang asik dengan handphoneku di saat aku merasa bosan bahkan adegan aku dengan malas mengerjakan tugas di subuh hari yang berakhir dengan tugas yang tak selesai dan tak ku kumpulkan.. semuanya kembali menari-nari berputar di layar netbookku. Aku menghelakan napasku, mengurut dadaku yang mulai terasa kembali sesak serta akhirnya menghapus air mata yang kembali membanjir di pipiku.

“Tak ada gunanya aku menyesalinya sekarang.. toh, tidak akan merubah hasil yang aku dapatkan. Ini semua kesalahanku dan tugasku selanjutnya adalah memperbaikinya,..”

Aku meraih handphoneku, membiarkan jempolku lincah mengetik sebuah “pengingat” yang akan selalu aku ingat untuk sekarang... dan mungkin untuk selamanya.

...”inilah ujian sesungguhnya, apa kau akan terus mengulangi kesalahan yang sama.. atau bangkit untuk mengalahkan dirmu sendiri agar bisa menjadi lebih baik”..

**** the end****

Minggu, 30 Januari 2011

Writing Competition

Hi guys, just wanna share and write something in English.

Okay, i just wanna tell you that i love write something and i try to study about writing. As we all know, my ability in writing is not good enough. I have little amount of vocab, little sense of humor and little experience in writing.
However, i just love writing.. and fortunately no one can say 'NO', because this is my life and me... free to chose what i want to love. :)

But, life is not only about love. I can't be a writer if i just love write something. But, it just can happen when i write something. yeah.. the real something that can read by everyone and can give some benefit or... yeah just can make them happy to read my writing.

That what i did last one year, write short story or just write something in my blog and my FB. And, i have the reader!! yeay! :)
You know, i'm really happy when someone read and give comment for my writing, it likes you won some lottre! that makes you won't stop write anything.

But, study is not enough. There must be some evaluation to evaluate my writing.. comments? I think it's not enough because it not tell you how far you go.. and how better you write. So, for evaluate my writing, i joined some writing competition on FB.

Before joined the competition, i'm not confident with my writing. It's not because my writing is bad. But... i think there so many people out side writes better than me. uh... yeah, at least i just did that. In my opinion, i just happen. I suddenly sent my writing and waited for the result. Oh sounds like i'm a good participants.

and... for the result. As i told you on previous posting, i fail! but its okay.

A competition always done by 'win' or 'learn something', and for those moment.. i just learn so many thing :)

Yeah, my writing is not good enough for being the winner but... i think my writing is good enough for being the TOP 50, and it makes me proud of my self and gives me more spirits in write something.

so, lets write something!! :) and... enjoy the other writing competition :D

Selasa, 18 Januari 2011

The Place to Keep


This is the 16th day of my holiday. Some of my friends made a call or just sent me a message that told about their bored holiday.. ah its a kinda like i feel right now.

As you know, this holiday (almost of my holiday) i just spending my time to keep the shop. Sounds great?? no, it does not!

Keeps the shop is not fun enough for me, i feel so bored! Can you imagine that you in a place with many goods but no costumer? haha! As i told you before, its holiday... so the number of costumers is very small and its make me feel so bored. Hm, to kill my time i take some picture of my shop and share it with all of you.

check this out :)

Now you can see the place that i should take care :)
and if you see a sewing machine, its mom's ^_^

Oh ya, I just wanna say to nisa "See, this is my shop... and it's not a coffee shop :p"

*try to write something in English, and as you see... my English is very poor. so, i think i need more study and more practice :)

sebelum mimpi

sebelum mimpi..

oleh Yuliana Indriani pada 24 Desember 2010 jam 22:16


aku menghelakan napasku dalam, rasa mual kemudian kembali menerpaku. perlahan tanganku mengambil gelas yang ada di samping tempat tidurku lalu meminum beberapa teguk air putih di gelas itu.
aku kembali membaringkan tubuhku, mencoba kembali membuat diriku nyaman. tapi tak bisa..

ini terjadi tiap malam sekarang, ah entah mengapa.. tapi perasaan ini selalu menghampiri.

perasaan tentang betapa dangkalnya ilmu, betapa kecilnya diri, betapa jauhnya dari mimpi.

ini menyiksa, bayangkan saja ketika setiap malam kau mengalami hal ini. mengetahui bahwa ilmumu masih teramat dangkal untuk diamalkan, mengetahui bahwa dirimu teramat kecil untuk berbuat besar, dam mengetahui bahwa mimpimu terlalu jauh untuk digapai..

mungkin aku pesimis atau mungkin aku hanya realistis.

tapi aku hanya tak mau berpuas diri,
aku masih terlampau jauh dari bayanganku.. dan aku khawatir tak bisa menangkapnya.

tapi aku tak boleh menyerah.. tak akan menyerah.

aku memejamkan mataku, seperti malam-malam sebelumnya, mulai berdo'a dan mulai berbisik pada hatiku..

aku menerima diriku apa adanya, dan aku tak keberatan dengan segala kekuranganku.. karna hanya dengan semua hal yang aku miliki inilah aku adalah aku..

hari ini, esok dan seterusnya.. biarkan rasa itu tetap ada, agar aku ingat bahwa aku adalah aku.. yang dangkal ilmunya, yang kecil dirinya dan yang jauh mimpinya.. juga aku yang tak akan menyerah atas semua kekurangan itu..

lalu aku mulai berjalan ringan menuju mimpiku,.

Minggu, 16 Januari 2011

Yang Pertama Bukan Yang Terakhir..

"Aku tidak ingin hasil yang membuatku besar kepala tapi aku ingin hasil yang membuat aku semangat untuk menjadi lebih baik.."

Saya inget banget beberapa saat setelah ngirim naskah cerpen untuk Lomba Cerpen dengan Tema Hujan, saya memposting kalimat itu di status facebook. Bukan tanpa sebab, saya harap dengan memposting kalimat itu saya akan selalu ingat tentang harapan apa yang sebenarnya saya inginkan mengenai hasil lomba tersebut.

Ini pertama kalinya saya ikut lomba cerpen via elektronik, (ini lomba cerpen saya yang kedua setelah lomba cerpen yang batal saya ikuti karena diskualifikasi *karena kesalahan teknis*). Dua lomba cerpen dengan tema berbeda pada deadline yang sama, sounds good ketika akhirnya saya benar-benar ikut dan terdaftar sebagai nominasi.

Saya tahu kalau saya masih terlalu dini untuk ikut lomba, saya nyaris tak mengerti apa-apa tentang menulis, EYD, diksi, dan semua hal yang berkaitan dengan menulis. Saya hanya pembelajar yang belajar menulis dari mencuri-curi ilmu di setiap tulisan tapi saya tetep tak tahu teori apapun. yah... ini mungkin terdengar nekat ketika kemudian saya berani memposting karya yang diikut sertakan lomba. Kalau posting cerita biasa sih gak papa... tapi ini dengan sangat tegas menuliskan "cerita ini diikutsertakan dalam lomba........" oh... betapa pede-nya! tapi, ah kalau tidak begitu maka saya gak akan maju.

Jadi berbekal pede dadakan dan do'a temen-temen yang mensupport, dua lomba dengan deadline 31 desember itu saya ikuti dengan perasaan harap-harap cemas. Bukan takut menang sih, hanya saja takut jurinya bakal ketawa ngebaca tulisan saya dan langsung dibuang ke kotak sampah.. *fiuh...

dan... jeng... jeng... jeng..

Tanggal Pengumuman datang, pengumuman JUARA (lomba cerpen dengan Judul Awal RumAh) ternyata diundur, lalu saya beralih mencari tahu pengumuman lomba cerpen dengan tema HUJAN.. dan ternyata saya masuk top 100!

Masih biasa aja... masih low profile dan masih nyantai..
Beberapa hari kemudian, pengumuman lomba cerpen HUJAN lagi. Hasilnya :

Saya masuk Top 50!! dan pengumuman top 20 akan dilakukan tanggal 15 januari.

Bew... tiba-tiba saja saya merasa sangat bangga dan merasa punya harapan untuk menang. Saya mulai menjejali diri saya dengan pernyataan "Kalau saya mau ternyata saya bisa.." dan sikap saya mulai sedikit seperti orang yang lupa diri.. *ups (baca : arogan)

Saya selalu menunggu dengan gelisah kapan tanggal 15 januari akan datang, hingga hari itu tiba pun saya sudah beratus-ratus kali membuka facebook untuk melihat pengumuman lomba itu. tapi, ketika akhirnya pengumuman itu datang... saya cuma bisa diam.

"Ini nama 10 naskah yang masuk top 20... 10 naskah selanjutnya akan diumumkan tanggal 16 jam 10."

Entah bagaimana jadinya saya saat itu yang pasti nama saya tidak ada dalam 10 naskah terpilih.. hingga besoknya pun sampai setelah pengumuman tertunda karena hujan dan tak ada koneksi internet, hingga baru malam hari hasil lengkap Top 20 diumumkan.... nama saya tak ada.

--__--

Saya kalah..

Tapi, saya tak terlalu sedih! kecewa jelas... tapi tidak untuk menangis. Ini hanya lomba dan ini hanya yang pertama. Maka saya berteriak pada diri saya,"Hey!! ini baru yang pertama.. akan banyak lagi nanti bila kau tidak ingin ini jadi yang terakhir. Jadi hadapilah dan semangatlah!! karena ini yang bertama dan bukan yang terakhir!"

"Baru juga 1 kali.... semangat!!!" maka itulah postingan saya untuk status pada saat pengumuman.

Lalu saya mengingat diri saya akhir-akhir ini, bagaimana sikap dan pikiran saya. Saya juga mengingat tentang harapan saya yang sebenarnya bukan hasil kemenangan tapi hasil yang menjadikan saya lebih baik. Dan disinilah saya sekarang... dengan hasil yang memang saya inginkan. :)

"Belajar dari kesalahan... belajar dari kekalahan... :D"


Jumat, 14 Januari 2011

Keterbatasan Tidak Membatasi..


na... na.. na... hm, lagi keranjingan banget nih ngurusin blog, yah mumpung lagi rajin dan agi libur. :)

Jujur saya selalu iri ngelihat blog-blog tetangga yang cantik dan keren banget, banyak foto-fotonya yang bernilai seni.. --__--, lah saya? kamera handphone aja gak punya, gimana mau ngambil gambar? Hampir setiap kali saya ngelihat blog dengan foto-foto yang keren saya hanya bisa menghela napas.

Saya jadi inget kata-kata temen saya ketika saya ganti netbook *yang berarti saya gak bisa nonton dvd di kost lagi*, "Wah, yuli ini keterbatasan tidak membatasi...". Saya seneng sekaligus bangga juga sama diri sendiri karena faktanya saya masih bisa nonton film dari netbook saya.. Bukan karena saya pake DVD eksternal, tapi karena saya mengcopy filmnya dan akhirnya dengan video encoder bisa diformat buat dimainin di netbook. ribet sih, tapi yah... keterbatasan tidak membatasi.

Sekarang, meski nyatanya saya tetep tak punya kamera buat ngambil foto dan masukinnya ke blog, saya masih punya webcam netbook yang bisa juga dipake buat ngambil gambar.

So, This is it...
Hahaha, bayangin deh gimana saya ngambilnya? Itu boneka dipegan pake tangan yang satu dan tangan yang lain sibuk ngutak-atik netbooknya biar gambarnya pas... ribet!! tapi lagi-lagi... "Keterbatasan Tidak Membatasi". Bagi saya, kata-kata ini kadang menjadi mantra yang ajaib ketika saya merasa tidak bisa melakukan sesuatu karena berbagai keterbatasan. Kata-kata ini memberikan saya sebuah stimulun untuk mencari jalan keluar dari setiap keterbatasan yang saya miliki hingga saya sama sekali tidak terbatasi.

So, let's remember what the old man says "When There is A Will, There is A Way.." (Setiap Ada Kemauan Pasti Ada Jalan) yang dalam terjemahan saya pribadi menjadi "Keterbatasan Tidak Membatasi.." :)

Kamis, 13 Januari 2011

Penonton VS Pemain

hm, ini order dari my big bro, walau ilmu untuk nulisnya cetek banget tapi harus tetep dilanjutkan, namanya juga belajar :)

check this out... kalau ada yang salah atau ingin ditambahkan silakeun dibenerin ^_^


penonton vs pemain


Masih inget pertandingan AFF beberapa waktu lalu? Masih inget insiden laser yang dilakukan oleh penonton Malaysia? eits, kita bukan mau ngebahas AFF dan laser-nya penonton malaysia, yang pasti pemain kita sudah melakukan yang terbaik yang mereka bisa, hidup indonenesia!

Bicara soal penonton, kita sendiri sebenarnya sudah sangat sering menjadi penonton, mulai dari jadi penonton sepak bola, penonton acara musik, penonton film, sampe penonton acara dangdutan *hayo ngaku!!

kalau ditanya apa itu artinya penonton pasti bisa jawab kan?


Penonton itu kalau menurut saya berarti orang yang menikmati, mengawasi, dan terlibat secara pasif dari suatu kegiatan. Tapi, bukan berarti penonton itu tidak penting,coba bayangkan permainan sepak bola tanpa penonton, acara musik tanpa penonton, film tanpa penonton, dan acara dangdut tanpa penonton? -_-"


Penonton bisa jadi penonton yang baik dan yang buruk, yang sportif dan yang curang. Penonton yang baik adalah penonton yang menikmati, mengawasi dan terlibat pasif dalam kegiatan serta memberikan feedback yang baik dan sportif juga. Misal, penonton sepak bola yang baik itu yang tidak menganggu pertandingan, yang tidak membenci pemain karena kalah, yang tidak hanya bisa ngedumel sendirian atau marah-marah gak jelas. Penonton yang baik justru akan menikmati pertandingan dengan tertib, tetap mendukung pemainnya, dan juga memberikan saran, dukungan dan tanggapan positif agar kelak pemain dapat bermain lebih baik dan penonton akan lebih menikmati pertandingan.


Lalu, coba misalkan hal tersebut pada diri sendiri dan di kehidupan sendiri, sudahkah kita menjadi penonton yang baik? dimanapun kita berada dan dalam kegiatan apapun yang kita ikuti.. Apakah kita cenderung hanya suka menonton tanpa menjadi penonton yang baik?


Sekarang kita beralih ke pemain..

Inget C. Gonzales? inget Irfan Bachdim? inget Arif Suyono? Nasuha? Markus?

Itu pemain timnas.. hehe


Pemain adalah orang yang berperan aktif dalam suatu kegiatan. berperan aktif di sini berarti adalah orang yang terlibat langsung, menikmati sekaligus menentukan semua yang terjadi dengan usahanya. :)


Kalau penonton ada yang baik dan ada yang buruk, pemain juga begitu. ada yang baik dan buruk serta ada yang curang dan ada yang sportif.


Karena dari awal sudah pake permisalan sepak bola, jadi kita bayangkan dirikita sebagai pemain sepak bola. Ketika kita menjalani pertandingan, apakah kita sudah berbuat semaksimal mungkin? sudahkah kita memanfaatkan peluang-peluang yang datang kepada kita?, sudahkah kita bermain sportif tanpa melakukan pelanggaran? lalu apakah kita sudah menerima dengan lapang dada bagaimana hasil pertandingan kita? dan yang tak kalah penting, bagaimana sikap kita terhadap penonton, sudahkah kita menerima masukan yang diberikan dan memaafkan semua hal jelek yang dilakukan penonton?


Hm, sekali lagi mari kita misalkan pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam kehidupan kita sendiri, sudahkah kita menjadi pemain yang baik?


Selesai soal renungannya soal baik dan buruk, sekarang waktunya pertanyaan

"kalau di suruh milih antara jadi penonton atau jadi pemain, kita pilih yang mana?"


Jawabannya bisa jadi penonton.. atau bisa juga jadi pemain..

Kita memilih jadi penonton saja ketika kita merasa tidak bisa terlibat langsung sebagai pemain, dan kita memilih menjadi pemain ketika kita yakin bahwa kitabisa! ingat sekarang penekannya pada kata bisa.


Coba kita lihat pada kehidupan kita, di sini kita berperan sebagai pemain atau penonton? jelas saja kita berperan sebagai pemain. Bagaimana mungkin kita hanya mau menjadi penonton? kita menonton hidup kita berjalan tanpa melakukan apapun, kita hanya mengawasi dan menikmatinya.. mau jadi apa kita?


Lalu coba kita renungkan pada kegiatan kita sehari-hari, pada aktivitas kita, pada pikiran dan kemauan kita... apa kita sudah cukup kriteria untuk dikatakan sebagai pemain? saya cuma ingin mengingatkan pada paragraf sebelumnya tentang mengapa kita memilih sebagai pemain, itu karena kita merasa kalau kita bisa. Jadi kuncinya hanya pada diri kita, apakah kita merasa bisa atau tidak, kita yakin pada diri kita atau tidak?


Jadi dalam kehidupan kita, dalam kegiatan kita, dalam mimpi kita... sebaiknya kita harus menumbuhkan rasa percaya diri dan yakin bahwa kita bisa dan mampu menjadi pemain! kita harus terlibat aktif dan tidak hanya berperan pasif sebagai penonton. Karena semuanya ada di tangan kita, usaha kita.


Kita tidak bisa menjadi penonton selamanya, karena penonton pun jika dia mau belajar dan berusaha untuk bisa kelak dia akan menjadi pemain. *Irfan Bachdim dulu juga cuma anak kecil yang sering menonton ayahnya bermain bola sebagai pemain bola di persema tapi sekarang ternyata irfan juga bisa menjadi pemain bola yang baik di persema. :)


"..kalau mau pintar belajar, kalau mau berhasil usaha.." - tuk bayang tulah (LASKAR PELANGI)-


Jadi setujukah bahwa mulai sekarang kita akan belajar bersama untuk menjadi pemain yang baik? Menjadi pemain yang menentukan kemenangan yang akan kita genggam bersama?! Semangat! KITA yakin KITA BISA!!


*Bila masih belum yakin bisa dan ingin menjadi penonton.. jadilah penonton yang baik. tapi, tetap ingatlah bila kita mau dan yakin bisa setiap penonton pasti bisa menjadi pemain!!


(Yuliana Indriani)

Jumat, 26 November 2010

my newest hobby...

hm, ketularan nia nih,... jadi sekarang punya hobby baru deh...

ngedit foto!
masih belajar sih, karena yah,... namanya juga hobby baru. so, check it out... my first photo...


konsepnya sih gak tau kayaknya persahabatan dalam foto jaman dulu... tapi kayaknya masih hancur banget hasilnya. gak papalah namanya juga belajar ^_^

oh iya di foto ini cuma ada aku, nisa sama nia... bukan karena apa-apa sih, tapi emang cuma kita bertiga yang kemarin2 sering foto di leppy. ntar deh edit fotonya yang bareng2 sama yang lain, dan semoga nanti hasilnya bisa lebih baik.. :DD

*diedit pake photoscape... catatan: menurut aku photoscape, not bad sih.. walau masih banyak keterbatasan..