Selasa, 22 November 2011
Andai...
Senin, 14 Februari 2011
Air : Sumber Daya Alam yang Tak Terbatas yang Kian Terbatas..
Air : Sumber Daya Alam yang Tak Terbatas yang Kian Terbatas..
“Coba sebutkan sunber daya alam yang tak terbatas?”
“Air, Udara, Sinar matahari..”
Kira-kira begitulah tanya jawab ketika SD yang selalu saya ingat sampai sekarang. Saya selalu percaya bahwa air, udara, sinar matahari adalah sumber daya alam yang tak terbatas jumlahnya. Mungkin itu juga yang dipercaya banyak orang tentang AIR hingga kita bisa menggunakannya sesuka hati. Tapi apakah benar Air adalah sumber daya alam yang tak terbatas jumlahnya?
Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi (wikipedia). Waw! Kalau dilihat dari jumlah ini sih, sepertinya cukup meyakinkan bahwa jumlah air di bumi ini memang tidak terbatas. Selain itu, AIR juga dapat diperbaruhi. Secara alami, AIR mengalami Siklus Air yang merupakan pergerakan air dan menjamin terus tersedianya air di bumi ini.
Lalu, setelah kita menggunakan Air sepanjang hidup kita. Pernahkah terpikir kalau Air akan HABIS?
Jumlah air mungkin tidak akan berkurang, tapi kualitasnya? Kita tidak bisa menjamin kualitas air di bumi ini akan tetap sama hingga kita bisa menggunakannya untuk hidup kita, untuk hidup semua makhluk hidup.
Sekarang coba kita lihat bagaimana keadaan Air di sekitar kita. Lihat air yang mengalir di kali dan sungai-sungai, lihatlah air di sumur-sumur.. apakah keadaannya akan memungkinkan untuk kita andalkan dalam hidup? Jika kita tidak menggunakan air secara bijak dan tidak berlaku ramah pada lingkungan, maka dapat kita pastikan bahwa di masa depan kita akan kesulitan menemukan sumber daya air yang bisa kita gunakan untuk kehidupan kita meski nanti kita tetap di kelilingi oleh air.
So, mulai sekarang marilah menyadari bahwa air adalah sumber daya alam yang tak terbatas namun bisa jadi terbatas hingga kita harus berlaku bijak terhadap penggunaannya.
1. Menghemat penggunaan air
2. Tidak membuang sampah (khususnya sampah anorganik dan zat kimia) di sungai, parit,dan airan air lain.
3. Melestarikan hutan
4. Membangun tempat pembuangan sampah yang jauh dari sumber mata air
5. Menggunakan Air secara bijak dan sadar lingkungan.
Selain kita berbuat untuk menjaga air tetap ada dan bisa kita gunakan, kita juga membantu membuat bumi menjadi lebih segar karena air yang menutupi sebagian besar permukaan bumi menjadi lebih bersih. Kita bisa membuat pohon-pohon tetap tumbuh subur, membuat semua makhluk hidup dapat hidup dan efek rumah global waming dapat sedikit kita redam. Go green! mari berbuat lebih untuk bumi! _YI_
Kamis, 03 Februari 2011
writing is the way to tell something
Jumat, 14 Januari 2011
Keterbatasan Tidak Membatasi..

Kamis, 13 Januari 2011
Penonton VS Pemain
hm, ini order dari my big bro, walau ilmu untuk nulisnya cetek banget tapi harus tetep dilanjutkan, namanya juga belajar :)
check this out... kalau ada yang salah atau ingin ditambahkan silakeun dibenerin ^_^
penonton vs pemain
Masih inget pertandingan AFF beberapa waktu lalu? Masih inget insiden laser yang dilakukan oleh penonton Malaysia? eits, kita bukan mau ngebahas AFF dan laser-nya penonton malaysia, yang pasti pemain kita sudah melakukan yang terbaik yang mereka bisa, hidup indonenesia!
Bicara soal penonton, kita sendiri sebenarnya sudah sangat sering menjadi penonton, mulai dari jadi penonton sepak bola, penonton acara musik, penonton film, sampe penonton acara dangdutan *hayo ngaku!!
kalau ditanya apa itu artinya penonton pasti bisa jawab kan?
Penonton itu kalau menurut saya berarti orang yang menikmati, mengawasi, dan terlibat secara pasif dari suatu kegiatan. Tapi, bukan berarti penonton itu tidak penting,coba bayangkan permainan sepak bola tanpa penonton, acara musik tanpa penonton, film tanpa penonton, dan acara dangdut tanpa penonton? -_-"
Penonton bisa jadi penonton yang baik dan yang buruk, yang sportif dan yang curang. Penonton yang baik adalah penonton yang menikmati, mengawasi dan terlibat pasif dalam kegiatan serta memberikan feedback yang baik dan sportif juga. Misal, penonton sepak bola yang baik itu yang tidak menganggu pertandingan, yang tidak membenci pemain karena kalah, yang tidak hanya bisa ngedumel sendirian atau marah-marah gak jelas. Penonton yang baik justru akan menikmati pertandingan dengan tertib, tetap mendukung pemainnya, dan juga memberikan saran, dukungan dan tanggapan positif agar kelak pemain dapat bermain lebih baik dan penonton akan lebih menikmati pertandingan.
Lalu, coba misalkan hal tersebut pada diri sendiri dan di kehidupan sendiri, sudahkah kita menjadi penonton yang baik? dimanapun kita berada dan dalam kegiatan apapun yang kita ikuti.. Apakah kita cenderung hanya suka menonton tanpa menjadi penonton yang baik?
Sekarang kita beralih ke pemain..
Inget C. Gonzales? inget Irfan Bachdim? inget Arif Suyono? Nasuha? Markus?
Itu pemain timnas.. hehe
Pemain adalah orang yang berperan aktif dalam suatu kegiatan. berperan aktif di sini berarti adalah orang yang terlibat langsung, menikmati sekaligus menentukan semua yang terjadi dengan usahanya. :)
Kalau penonton ada yang baik dan ada yang buruk, pemain juga begitu. ada yang baik dan buruk serta ada yang curang dan ada yang sportif.
Karena dari awal sudah pake permisalan sepak bola, jadi kita bayangkan dirikita sebagai pemain sepak bola. Ketika kita menjalani pertandingan, apakah kita sudah berbuat semaksimal mungkin? sudahkah kita memanfaatkan peluang-peluang yang datang kepada kita?, sudahkah kita bermain sportif tanpa melakukan pelanggaran? lalu apakah kita sudah menerima dengan lapang dada bagaimana hasil pertandingan kita? dan yang tak kalah penting, bagaimana sikap kita terhadap penonton, sudahkah kita menerima masukan yang diberikan dan memaafkan semua hal jelek yang dilakukan penonton?
Hm, sekali lagi mari kita misalkan pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam kehidupan kita sendiri, sudahkah kita menjadi pemain yang baik?
Selesai soal renungannya soal baik dan buruk, sekarang waktunya pertanyaan
"kalau di suruh milih antara jadi penonton atau jadi pemain, kita pilih yang mana?"
Jawabannya bisa jadi penonton.. atau bisa juga jadi pemain..
Kita memilih jadi penonton saja ketika kita merasa tidak bisa terlibat langsung sebagai pemain, dan kita memilih menjadi pemain ketika kita yakin bahwa kitabisa! ingat sekarang penekannya pada kata bisa.
Coba kita lihat pada kehidupan kita, di sini kita berperan sebagai pemain atau penonton? jelas saja kita berperan sebagai pemain. Bagaimana mungkin kita hanya mau menjadi penonton? kita menonton hidup kita berjalan tanpa melakukan apapun, kita hanya mengawasi dan menikmatinya.. mau jadi apa kita?
Lalu coba kita renungkan pada kegiatan kita sehari-hari, pada aktivitas kita, pada pikiran dan kemauan kita... apa kita sudah cukup kriteria untuk dikatakan sebagai pemain? saya cuma ingin mengingatkan pada paragraf sebelumnya tentang mengapa kita memilih sebagai pemain, itu karena kita merasa kalau kita bisa. Jadi kuncinya hanya pada diri kita, apakah kita merasa bisa atau tidak, kita yakin pada diri kita atau tidak?
Jadi dalam kehidupan kita, dalam kegiatan kita, dalam mimpi kita... sebaiknya kita harus menumbuhkan rasa percaya diri dan yakin bahwa kita bisa dan mampu menjadi pemain! kita harus terlibat aktif dan tidak hanya berperan pasif sebagai penonton. Karena semuanya ada di tangan kita, usaha kita.
Kita tidak bisa menjadi penonton selamanya, karena penonton pun jika dia mau belajar dan berusaha untuk bisa kelak dia akan menjadi pemain. *Irfan Bachdim dulu juga cuma anak kecil yang sering menonton ayahnya bermain bola sebagai pemain bola di persema tapi sekarang ternyata irfan juga bisa menjadi pemain bola yang baik di persema. :)
"..kalau mau pintar belajar, kalau mau berhasil usaha.." - tuk bayang tulah (LASKAR PELANGI)-
Jadi setujukah bahwa mulai sekarang kita akan belajar bersama untuk menjadi pemain yang baik? Menjadi pemain yang menentukan kemenangan yang akan kita genggam bersama?! Semangat! KITA yakin KITA BISA!!
*Bila masih belum yakin bisa dan ingin menjadi penonton.. jadilah penonton yang baik. tapi, tetap ingatlah bila kita mau dan yakin bisa setiap penonton pasti bisa menjadi pemain!!
(Yuliana Indriani)
Rabu, 24 November 2010
cameo.... why not???
selalu bermimpi untuk mejadi pemeran utama? aku kira itu hal yang wajar. lagi pula ini kehidupan ku, jadi sangat wajar kalau aku ingin menjadi pemeran utama.
yah, pemeran utama dimana semua kisah, semua kejadian dan semua hal yang terjadi hanya berfokus pada ku... ah seperti benar-benar hidup dalam sebuah dongeng, dimana aku berperan sebagai putri yang baik hati, lemah-lembut lagi cantik rupawan. tak ada cacat...! putri yang mendapatkan semua hal terbaik, semua hal yang diinginkan.. tapi bukankah itu seperti sandiwara?
bisakah aku terus membohongi diri seperti ini? apa benar aku pemeran utama?
apa benar aku sesempurna itu untu jadi pemeran utama dalam episode kehidupan yang aku jalani?
aku merenungi ini.. entah sudah berapa lama, tapi yang pasti rasanya kemarin aku sudah sampai ke titik untuk menghelakan napas dan menekan semua kekerasankepala-ku untuk mengaku sebagai pemeran utama.. sepertinya aku hanya cameo.
yah hanya cameo... sepertinya karakterku lebih cocok untuk jadi cameo. aku mencoba membandingkan diriku dengan beberapa cameo di film atau juga cerita di novel dan sepertinya cocok.
* aku selalu bermimpi mendapatkan semua hal yang didapat oleh pemeran utama, bersikap seperti pemeran utama eski terkadang cendrun memaksakan diri. (cameo banget!! karena pemeran utama tak pernah bermimpi seperti ini, dia mendapatkannya begitu saja dengan sikap dan prilakunya tanpa dibuat2..)
* aku bersikap keras kepala menganggap semua yang kulakukan itu benar dan harus menjadi yang terbaik dalam segala hal, bahkan terkadang ingin mengenyampingkan orang lain. (cameo yang cenderung antagonis! pemeran utama biasanya tidak pernah seperti ini... dia rendah hati dan tetap bersinar tanpa harus mengesampingkan siapa pun..)
* meski berusaha dan memimpikan semua yang menjadi milik pemeran utama, namun nyatanya aku tak selalu mendapatkannya, (nasib cameo banget... --__--)
yah.... sepertinya aku memang cameo...
tapi, hey.. apa yang salah dengan menjadi cameo???
sepertinya jadi seorang cameo tidak terlalu buruk. cameo.... tanpa cameo, bukankah tidak akan ada pemeran utama!? tak ada cerita yang bagus!
yah... cameo juga penting dalam cerita... dalam setiap episode film... dalam setiap penggalan kisah di dalam novel.. dalam setiap kejadian dalam kehidupan.
Tak ada salahnya menjadi cameo, bukan? bukankah banyak cameo yang baik? bukankah masih banyak cameo yang mendapatkan banyak hal terbaik dalam kisahnya...? jadi, cameo... why not?
tak mungkin semua orang menjadi pemeran utama.. karena itu artinya tak pernah ada pemeran utama. mengambil peran menjadi cameo yang baik, cameo yang membantu peran utama.. cameo yang melakukan peran kecil yang berkesan... sepertinya terdengar cukup baik. ^_^, dan mungkin terdengar lebih realistis untukku.
cameo... yah, menjadi cameo yang terbaik mungkin adalah salah satu pilihan yang tidak buruk ketimbang terus menerus memaksa menjadi pemeran utama... lagi pula cameo mungkin akan menjadi pemeran utama suatu saat, tapi tak perlu memaksakan diri, jalani saja peran ini. dan mungkin peran utamalah yang akan menemukan cameo untuk memerankannya.
bukankah sebenarnya kita memang memiliki peran masing-masing... entah menjadi cameo atau pemeran utama... tapi yang pasti melakukan hal yang terbaiklah yang paling penting. tak perlu menjadi pemeran utama bila bisa menjadi cameo terbaik.. karena memaksa menjadi pemeran utama itu sangat menyedihkan, seperti menjadi cameo terburuk yang mengambil peran antagonis..!
hm,... cameo??? why not!
asalkan menjadi cameo yang terbaik, aku rasa pilihan hidup menjadi cameo bukanlah sesuatu yang buruk ^_^
ok.... ready???
Cameo... Action!!!
Sabtu, 06 November 2010
...ketulusan...
aku tak tahu apa itu,
tapi aku bisa rasakan..
ketika aku bisa merasakan hangatnya sinar mentari,
ketika aku merasakan damainya malam,
ini tentang hal yang membuat hidup terasa indah,
jauh lebih indah ketika menatap awan yang berarak,
bahkan lebih mempesona dari pelangi diujung langit
ajarkan aku tentang satu hal yang membuat aku melayang
hingga aku bisa merasakan desiran angin yang terasa lembut membelai wajahku
hingga aku bisa terbuai dalam indahnya terbang bersama kupu-kupu
ku mohon... ini hanya tentang satu hal itu.
satu hal yang membuat hidup terasa berbeda..
satu hal yang membuat hidup bahagia.
yah... ku mohon ajarkan padaku tentang ketulusan..
Jumat, 29 Oktober 2010
Beauty class...

Jumat, 17 September 2010
rencana keuangan..
uangnya kemana?????
entahlah.. tapi sepertinya semua sudah sesuai rencana, uang itu digunakan untuk mencukupi keperluah hidup di kost baru di saat bulan puasa, sungguh wajar bila saya belum bisa menyesuaikan diri dengan keadaannya. alhasil uang terkadang pergi tanpa jejak ;( . tapi ada beberapa benda yang terlihat sebagai hasil menguras atm ini,
1. ricecooker.. ini keperluan mutlak mengingat tahun ini tidak dapat pinjaman ricecooker lagi. T_T, bodohnya karena dibeli secara dadakan dan mendesak harganya sangat kemahalan..
2. modem .. ini sudah niatan hati ketika mendapatkan beasiswa, agar bisa mudah ngepost dan nyari bahan kuliah dan ini ternyata berguna, meski tarifnya akan sangat membuat saya mengencangkan ikat pinggang!
3. buku akuntansi sektor publik.. hurray!!! akhirnya saya membeli buku ke-2 selama saya kuliah. selama ini saya hanya mengandalkan fotocopian atau buku hasil pinjaman. sebenarnya berat ketika memutuskan untuk membeli buku,takutnya gak dibaca (maklum saya pemalas --") tapi karena teringat dengan pesan kakak2 yang ngasih beasiswa, "ini buat beli buku" akhirnya saya merelakan sejumlah uang beasiswa itu untuk membeli buku ini, yah biar tepat guna juga uangnya.
tapi kalau dihitung-hitung uang saya harusnya masih sisa banyak, berbeda dengan kenyataan. ini mungkin karena saya tidak mengadakan perencanaan untuk pengeluaran.
mengingat sifat dasar saya yang royal dan boros, akhirnya saya memikirkan bagaimana caranya mengatur keuangan saya yang bisa dibilang pas-pas-an dan tak ada tambahan. akhirnya setelah menimbang-nimbang, saya memutuskan untuk mengikuti saran pak subeki yang menyarankan semua anak akuntansi membuat pembukuan pribadi.. dan jeng..jeng..jeng..
saya akhirnya membuat RENCANA ANGGARAN DAN REALISASI KEUANGAN PRIBADI hehhe.. masih dalam proses sih, kira-kira begini bentuknya..

kira-kira sih gitu.. yah, walau sederhana dan dibuat dengan asumsi bahwa uang masuk itu debit dan uang keluar itu kredit dan sedikit mengabaikan bahasa akuntansi sebenarnya akhirnya begitulah saya membuat rencana anggaran dan juga tabel realisasinya sehingga saya bisa terus memantau apakah saya sudah menghabiskan uang begitu saja atau sudah sesuai dengan anggaran yang saya buat..
seperti kata pak subeki, "Catatlah, dan tak ada lagi keraguan." yah kalau saya mencatatnya saya tak akan ragu dan bertanya "KEMANA UANG SAYA???"
semoga perencanaan ini bisa berjalan dengan baik dan bisa bermanfaat untuk saya ^_^.
*buat yang merasa uangnya habis begitu saja, mari kita coba untuk membuat rencana anggaran dan realisasinya sehingga uang kita yang belum banyak ini bisa tepat guna dan digunakan secara maksimal.