Kamis, 03 Februari 2011
writing is the way to tell something
Minggu, 30 Januari 2011
Writing Competition
Jumat, 21 Januari 2011
my first drama.. :)
Hm, ini proyek asal banget.. baru coba-coba dan tanpa ilmu, maaf kalau salah.
Yeay, naskah drama! Pertamanya ku kira mesti buat skenario, sumpah ribet amat.. tapi karena katanya kayak buat pementasan gitu berarti naskah drama dong.. yah sudahlah apapun itu, hanya ini yang bisa aku tulis. So, check this out.
Putus Sekolah? (drama 20 menit)
Sinopsis
Di sebuah pinggiran kota hiduplah sebuah keluarga dengan seorang anak laki-laki yang baru saja putus sekolah karena kekurangan biaya. Dika memutuskan untuk berhenti sekolah agar bisa membantu orang tuanya, namun.. cita-citanya untuk menjadi insinyur tidak mati begitu saja, hanya saja mungkin dia perlu menundanya. Sahabat-sahabat dika datang untuk kembali mengingatkan dika bahwa apapun masalahnya pasti akan ada jalan keluarnya dan mereka ingin dika tidak menyerah pada keadaan hingga akhirnya jalan keluar itu terlihat dengan sangat jelas.
Tokoh
Andika : siswa SMA kelas X yang terpaksa putus sekolah, anak tertua dari lima bersaudara, pintar, bersemangat, tidak mudah putus asa, baik hati, penyayang dan bertanggung jawab.
Didit : sahabat Dika, teman sebangku dika dari SD hingga ketika dika memutuskan putus sekolah, perhatian, setia kawan.
Afifah : sahabat Dika sekaligus tetangga dika, perhatian, lemah lembut.
Evan : adik dika, baru SMP, pintar, pendiam, perhatian.
Orang tua dika : ayah yang tegas, sedikit berbicara dan ibu yang pasrah.
Adengan 1 (Durasi 5 menit) lokasi : rumah dika
Narator : Suatu malam, di sebuah rumah sederhana di pinggiran kota. Suasana rumah berubah menjadi tegang seketika, ibu yang sedang menidurkan putri bungsunya menatap tak percaya kepada putra tertuanya. Ayah yang baru saja pulang dari tempat bekerja sampai-sampai harus berdiri terpaku di pinggir pintu ketika putra tertuanya dengan sangat jelas memutuskan hal yang sangat berat.
Andika : (sambil menatap ibu dengan mantap) “Dika akan berhenti sekolah saja Bu.”
Ibu : (menatap andika dengan tatapan terkejut)
Ayah : (berdiri terpaku di pinggir pintu dengan wajah letih dan lusuh)
Andika : “Dika sudah putuskan, lebih baik dika berhenti sekolah saja dan bekerja membantu ayah dan ibu. Jadi, ibu dan ayah cukup mempersiapkan biaya untuk Evan melanjutkan ke SMP saja. Evan itu pintar bu, jadi sangat sayang kalau dia yang harus putus sekolah.”
Ibu : (menangis sambil merutuki dirinya sendiri, menatap evan yang sudah tidur bersama adik-adiknya yang lain)
Ayah : (masuk, menepuk bahu Dika dan berdehem) “kalau kamu kira itu yang terbaik maka lakukan, tapi jangan pernah kamu menyerah begitu saja pada keadaan. Ayah hanya minta kamu memikirkan keputusan kamu kembali. Dan.. soal biaya, maafkan ayah. Tapi, ingatlah bahwa Rezeki itu dari Allah. (tersenyum ke arah dika, masuk ke kamar)
Andika : (menunduk, dan akhirnya mengangguk mantap)
Evan : (posisi tidur menyamping, air matanya mengalir)
Adegan 2 ( durasi 5 menit) lokasi : ruang kelas
Narator : kelas X.1 geger, berita tentang Andika yang akan berhenti sekolah mulai tersebar. Seorang anak biasa-biasa saja yang berhasil masuk Sekolah Unggulan karena prestasinya itu tiba-tiba memutuskan akan berhenti sekolah! Ini benar-benar berita! Bagaimana mungkin dia membuang kesempatan emas untuk maju?
Ruang kelas masih sepi, hanya ada beberapa anak-anak yang baru tiba di sekolah dan asik dengan kegiatannya masing-masing.
Didit : (berlari-lari memasuki kelas) ifa! Afifah! (dengan napas terengah-engah memanggil afifah yang sedang duduk membaca buku di bangkunya.)
Afifah : ada apa dit?
Didit : Dika beneran berhenti?
Afifah : (dengan tatapan menyesal mengangguk)
Didit : (menghelakan napasnya) Anak itu! Tidak bisakah dia berasabar lebih lama sedikit saja! ah, pokoknya ntar kita harus ke rumah dika! (berbicara dengan penuh emosi)
Afifah : (menatap didit dengan tatapan tidak mengerti) ngapain?
Didit : mau nyeret anak itu balik ke sekolah!
Afifah : (mengangguk ragu-ragu)
Adegan 3 (durasi 3 menit) lokasi : pinggir jalan
Narator : Andika benar-benar sudah memilih untuk berhenti sekolah, dia.. demi berkorban untuk adiknya akhirnya mengalah. Dia memulai hari-hari pertamanya berhenti sekolah dengan bekerja sebagai loper koran, mencoba menjadi penjual asongan, hingga sempat pula dia mencoba mengamen bersama teman-teman yang juga senasib dengannya. Namun, ketika peluh semakin banyak mengalir dia semakin ingat bagaimana cita-citanya akan berhenti begitu saja di sini.
Andika : (menunduk, berbicara pada diri sendiri) yah.. calon insinyur yang akhirnya jadi pengamen. Ah.. tak apalah, aku tak boleh egois dan aku tetap harus bersyukur. Aku mungkin tak bisa mengejar cita-citaku menjadi insinyur sekarang, tapi bukan berarti aku akan menyerah! Ayah benar, rejeki itu dari Allah, kalau memang aku ditakdirkan jadi Insinyur maka aku tetap akan jadi insinyur nantinya.
Evan : (menatap Andika dari kejauhan, berkata pada diri sendiri) “kakak tidak perlu seperti ini. Pasti ada jalan lain.. pasti ada!”
Adengan 4 (durasi 7 menit) lokasi : pinggir jalan
Narator : ketika peluh sudah membanjir, ketika rupiah demi rupiah telah berhasil dikumpulkan, Andika memilih pulang untuk beristirahat di rumahnya. Tak sabar rasanya dia melihat ibu dan adik-adiknya, melihat mereka tersenyum menyambutnya pulang.. ini akan terasa berbeda, karena kali ini dia tak hanya pulang.. tapi kali ini dia bisa membawa sedikit uang yang akan mengangkat sedikit beban dari pundak ibunya, sedikit uang untuk menganjal perut adik-adiknya dengan makanan ringan sambil menunggu Ayah pulang.
Andika : (berjalan dengan senyum sambil memegang beberapa lembar uang, menatap lurus lalu terkejut ) “Didit? Afifah?”
Didit : (menepuk pundak dika) apa kabar dik?
Andika : (tersenyum) ada apa kalian ke sini?
Afifah : didit tuh, katanya mau nyeret kamu balik ke sekolah.
Andika : (ganti menatap didit)
Didit : iya, seenaknya aja kamu berhenti sekolah! Mau dikemanain cita-cita kamu?
Andika : (menunduk)
Didit : (menepuk bahu dika) dik, masalah gak akan selesai dengan masalah. Kamu kira berhenti sekolah itu bukan masalah? Hey! Kamu malah membuat masalah baru dengan keputusanmu itu! Kamu menyebabkan masalah untuk masa depanmu!
Afifah : (menatap andika iba) didit benar dik, kamu gak boleh berhenti sekolah.
Andika : tapi...
Didit : kamu ingat, kamu pernah bilang kepadaku bahwa keterbatasan tidak membatasi, jadi sekaranglah waktu kamu membuktikannya. Kalau kamu merasa sekarang tidak bisa menyelesaikan masalah kamu, maka jangan kabur.. mari kita hadapi bersama, lagi pula ada aku dan ifa..
Andika : (menghelakan napas) aku gak mau merepotkan orang lain. ini masalahku, jadi biarkan aku menyelesaikannya sendiri, dengan caraku sendiri. Maaf.
Mereka terdiam sesaat.. tak ada yang berani bicara lagi.
Evan : (berlari menuju dika dkk sambil memegang sebuah amplop) Kakak! Kakak!
Andika : Kenapa van? (dengan nada sedikit khawatir)
Evan : (memberikan Amplop itu pada kakaknya sambil tersenyum)
Andika : (membuka Ampop itu, membaca surat yang ada di amplop itu) Alhamdulillah... Alhamdulillah ya Allah... (bersujud syukur lalu memeluk Evan)
Narator : ternyata Evan mendapatkan Beasiswa dari sebuah sekolah Unggulan, sehingga Andika dan keluarga tidak perlu mengkhawatirkan masalah biaya untuk sekolah Evan lagi. Andika pun akhirnya kembali ke sekolah. Andika, Didit dan Afifah kembali bersama saling menguatkan dan bergandengan tangan untuk mengejar cita-citanya masing-masing.
___selesai___
Aduh, maaf yah aku benar-benar gak biasa buat naskah drama gini. Lagi pula ini benar-benar dadakan, dan durasinya dibatasi 20 menit.. maaf yah.
Kalau ada yang bisa ngasih masukan, tolong di komentarin. Thanks
*naskah drama ini buat kiki yang SMS kemaren, maaf yah dek jadinya segitu. Kalau jelek gak usah di pakai yah. Dan soal pemainnya yang min 15, aku bingung juga.. ini Cuma bisa 6 mungkin yang lain bisa jadi narator dan jadi figuran di ceritanya (misal, jadi temen2 di sekolah, atau jadi orang-ornag di pinggir jalan --__--“). Maaf yah kalau mengecewakan. Sukses yah buat acaranya!.
Selasa, 18 Januari 2011
The Place to Keep

Minggu, 16 Januari 2011
Yang Pertama Bukan Yang Terakhir..
Minggu, 02 Mei 2010
Melihat lebih dalam, mendengar lebih banyak karena belajar menulis...
Dulu hidup saya hanya sebatas diri saya,saya juga hanya memikirkan diri saya, persolan diri saya, dan semua hanya tentang saya...seorang teman malah pernah bilang saya buta dan tuli,bukan dalam arti sebenarnya tentunya..karena alhamdulillah Allah memberikan pengelihatan dan pendengaran yang sempurna..hanya saja saya cuma bisa melihat dan mendengar diri saya sendiri..
Lalu saya mulai suka membaca dan menonton, mata dan pikiran saya sudah mulai terbuka,. tapi saya masih buta kata teman saya...yah saya memang membatasi buku dan acara yang saya tonton.lalu tau tau saya mulai menulis, mulai nyari-nyari ide dari manapun...dan saya mulai menatap dan mendengar dunia,, ternyata banyak hal yang saya lewatkan, dan benar kata temen saya.. dulu saya buta dan tuli,,
Sekarang, meski saya belum bisa menuliskan semua yg sekarang saya lihat dan saya dengar lebih dalam..saya bersyukur karena mata dan telinga saya mulai terbuka..dan saya akan mulai melihat lebih dalam dan mendengar lebih banyak...
Semoga suatu saat saya bisa menuliskan semua yang saya lihat dan saya dengar,,agar lebih banyak orang yang mata dan telinganya terbuka kepada dunia.semoga.. amin.semangat! :D
belajar nulis....... evaluasi nih.. 2
Kalau saya baca-baca lagi tulisan saya, masih sangat jauh dari kata bagus sebenarnya dari sisi penulisan. Banyak kekurangan yang saya punyai. Contohnya deskripsi. Sumpah itu susah banget….
Saya tipe yang spontan dan to do point yang cuma bakal bilang “menangis” bukannya yang bilang “air matanya mengalir di kedua pipinya membentuk aliran sungai bening yang memancarkan kesediahan, dia mencoba menahan kesediahan dengan menggigit bibirnya..”
Itu salah satu kekurangan saya, tingkat abstraksi dari tulisan saya itu sangat tinggi, ambiguitasnya juga, dan itu menuntut saya untuk terus belajar.
Selanjutnya itu yah alur saya, susah banget rasanya saya membentuk alur yang bagus, cerita saya cenderung berantakan gak tentu arah sampai ketika tamat. Makanya setiap mau ending baru deh sibuk jelasin semuanya, lewat diary lah, lewat kata-kata batinlah, pokoknya ngasih pengertian ulang gitu.. enak kalau pembaca tulisan saya itu bisa ngerti, tapi kalau cerita saya terus gini bukan gak mungkin bakal pada yang males ngebacanya.
Oh iya ini elemen paling penting dari pelajaran tulis-menulis saya.
Kak tami sempet bilang ke saya lewat email kalau cerita saya itu ibarat steak yang dihidangkan seadanya di piring plastic. Yah isinya bagus tapi penyampaiannya bikin kurang sreg,..
Saya sih open banget sama kritik membangun kayak gini. Yang perlu saya benahin itu yah penulisan yang masih suka banget salah ketik, trus penggunaan kata asing yang suka gak tepat, trus singkatan-singkatan yang nganeh plus ngeganggu. Selain penulisan, saya juga mesti belajar nata alur tadi, konfliknya mesti dirapiin deh kayaknya, dan penyampaiannya itu mesti ngena juga gak asal-asalan aja.
Saya juga baca tulisan-tulisan temen-temen dan saya terkadang nemuin kekurangan mereka, tapi susah banget nemuin kekurangan saya.. makanya saya pengen di koreksi juga sih. Semoga saja mulai sekarang bisa lebih welcome sama kritik.
Mesti jadi lebih dewasa dan bijak kalau mau maju.
Terima dengan senang hati aja kalau ada kritik yang masuk, kalau dirasa benar dan bisa bikin lebih baik lagi yah dipraktekin dong.. harus ma uterus belajar!!
Oke, sekarang mesti semangat!!! Berharap dalam waktu dekat bisa nulis cerpen lagi, tapi dengan lebih baik dan lebih professional… start dreaming!! ^^
Kamis, 22 April 2010
belajar nulis....... evaluasi nih..
1. penulisan,suka salah ketik,, human eror biasalah..saya juga suka agak alay ngegunain tanda baca,.
kt k tami: kebiasaan nulis banyak titik diakhir kalimat,. jadi mesti dkurangin tuh.
kt aditya mulya: nulis cerita fiksi yg nyantai n gaul jg mesti merhatin penulisannya.
kata lia, k nasa, k tri, jeha n yg pernah koment d diskas ttg cerita yg baik : g alay! pokoknya g susah dibaca dah.
2. alursaya suka nganeh klo bikin alur, ska maju tapi tiba2 pengen bolak-balik..
kt bg uki: awalnya pengen protes sm alurnya yg bikin pusing, tp klo ceritanya da selesai bru jelas dah..
jadi mesti belajar lg biar pembaca g pusing. kasihan hehe... tp alur yg gtu gpp jg klo normal n g bikin pusing.
3. penokohan..nah in yang susah.
kt k tami: cba bka blog-nya aditya mulya spy ngebantu penokohannya.
kt k3 : tokohnya mirip sm cerita lain, tp yg skg udah beda kok.kt intan : cerbung yg skg penokohanya kurang kuat.hm, susah memang kayaknya..
dan ini PR besar saya! akan terus belajar nih.
4. deskripsihua in jg susah..
kt k3: kebanyakan dialog, deskripsinya kurang.. cba lebih dseimbangin.
kt bg uki: cerita itu kan kuncinya biar pembaca seolah2 ada dsna dan jg merasakannya,,
kt bku yg dbc bg uki: deskripsi yg bagus itu yang paling rendah tingkat abstraksinya.. hm, jadi saya jg punya satu PR besar lg nih..
5. yg kelima itu ide cerita.
kt aditya mulya: ad 2 hal pnting yg bikin org bc tulisan lo. cara penyampaian lo dan ide cerita lo.
kt temen2 yg komet d diskas tentang cerita yg bagus: yang ceritanya berani beda dari yang lain..
6. scene,saya suka banget tuh dalam stu part adegannya banyak dan tokohnya beda2..hehe...
kt k3: cuma cerita kamu suka ganti2 cerita tokoh gitu jd agak pusing.
kt yg koment di sorry prolog : hm, terlalu banyak cerita tokohnya dalam part ini, jadi rada bingung.
kt k tami: hua kamu banyak banget ngasih scene dalem 1 part klo g salah hitung ad 5 scene, coba sedikit di irit.dan saya sedang belajar nih, semoga aj bisa lebih baik..
hm, jadi mesti lebih kreatif nih..
kira2 begitulah evaluasi saya tentang pelajaran menulis saya. semoga bisa lebih baik lg nulisnya. karena saya memang pengen jadi penulis. amin semoga bisa..buat temen2 sesama penulis kalau ad saran, kritik dan tips lg tolong ditambahin yah..
sankyu. ^^